Aku mengatakan, “Nggak masalah, Santi “, lalu ikut menyusulnya ke pantry yang terletak di bagian belakang kamarnya.Aku berdiri di pintu pantry dengan sekaleng coca cola dingin di tanganku, melihat Eksanti sibuk mencuci sayuran segar untuk pelengkap nasi gorengku nanti, di sebuah pinggan keramik bermotif ikan-ikan kecil warna-warni. Harum sekali tengkuk itu. Bokep China Terkejut, Eksanti bangkit dan memintaku berhenti sebentar. Sambil berbicara kesana-kemari, aku diam-diam memandangi tubuh itu. Berdua kami tertawa terbahak-bahak mengenang kegilaan-keedanan yang baru saja kami lalui.Makan malam kali ini terpaksa ditunda. Nikmat sekali rasanya “dimakan” seperti itu, dibumbui saos tomat.




















