Bahannya tipis, tapi baunya harum. Bokeb Ah, selangkanganku disentuh lagi, diremas, lalu dia menjamah betisku, dan selesai. Masih terasa tangannya di punggung, dada, perut, selangkangan. Membuatku tidak berani. Ah apa saja. Darahku mendesir. Dan kubuka celana pantai. Selesai. Kembali ruangan sepi. Kadang-kadang ketimun. Kemudian aku merangkulnya lagi, menyiuminya lagi. Dia tidak melanjutkan kalimatnya. Dia memulai pijitan. Bahannya tipis, tapi baunya harum. Bicara apa? Fera datang. Aku tahu di mana ruangannya. Begini saja daripada repot-repot. Dia mencari-cari. Apa katanya nanti ? Lalu mengangkang. Aku membayangkan dapat menjepitnya di sini. Astaga. Hangatnya, bdiar begitu, tetap terasa. Ada dipan kecil panjangnya dua meter, lebarnya hanya muat badanku dan lebih sedekit. Oh.., aku hanya dapat menunduk, melihat kakinya yang bergerak ke sana ke mari di ruangan sempit itu. Kami seperti tidak ingin membuang waktu, melepas pakaian masing-masing lalu memulai pergumulan.




















