Sekarang aku menciumnya lagi, kini dgn lembut. Bokep Arab Meskipun ilmunya, dibandingkan dgn ilmu Kakekmu ini, masih cetek banget.” Katanya dgn meyakinkan dan mata melotot.Aku menggaruk kepalaku. Apa benar? Dgn gaya kebapakan (kok sama dgn ceritanya soal si hidung belang Kartolo itu?), aku berdiri dan mendatangi dia, duduk di sebelahnya dan memeluk pundaknya. Dan dgn cepat ia membuka kaos T-shirtnya, meletakkan di kursi. Akhirnya aku tertarik juga. Matanya jelalatan ke kiri kanan. Kudengar ia terisak pelan:
“matur nuwun sanget Kakek.. Sekarang sampailah pada tahap selanjutnya, pikirku.Tanpa basa basi aku melepaskan jubahku dan celana dalamku. Tangannya ngapurancang di depan celana dalamnya. Bau khas kemaluan perempuan menyebar dan tercium hidungku. Aku berbisik: “piye, Cah Sara? rasanya ada yg berteriak-teriak di balik celanaku..Sompret tenan, pikirku.




















