Mas Son..” gumam Adek lirih. Bokeb Bayarnya pake pijet aja ya?” godaku lebih lanjut. ”Kalian enak berduan bisa berpelukan gitu.. Di udara dingin seperti ini terasa hangat tapi tidak berkeringat.”Aah.. ge..li se..ka..li..” ujarku dengan nafas tersengal.Tanpa sadar aku sudah meremas tangan Lina dan Linapun kurasa juga membalas remasan tanganku. Lokasiku saat itu berada dekat base camp pertama kearah pendakian gunung Lawu. Mas.. ”Aargh .. Semula seakan ragu, tapi kini Lina mengenggam erat ******ku dan seperti sudah alami Lina mengocok ******ku waktu lidahku bermain di bawah telinganya dan lehernya.”Aah .. Kupandangi wajah Lina yang kaku melihat polah tingkah Adek yang terus mencumbuku.




















