Evan memandikanku dengan sangat lembut. “Kecuali kalo lo malu..” sambungku, “ah gila kali lo ya, jalan sama cewe secantik lo, seseksi lo, bisa malu gw?” jawab Evan spontan, aku hanya tersenyum geli saja.Kami makan di Izzi Pizza, sewaktu kami makan aku tak luput dari pandangan orang-orang, ya cewe ya cowok, dan pandangannya macem-macem, ada cewe yang jealous
ada yang jijik mungkin, ada yang kaget, tapi lebih banyak yang mupeng sih. Bokep Rusia Aku menghentikan kegiatanku, nampaknya mereka kecewa. Aku masih pura-pura tertidur, nampaknya evan tahu aku pura-pura, karena aku terkadang mendesah pelan tiap kali ia menyentuhku. Aku senang bercampur malu saat itu.Aku melihat jam sudah menunjukan hampir pukul 6, karena ga ada celana dalam lagi, aku pulang hanya menggunakan rok cheers tanpa celana dalam.Rupanya tanpa aku sadari kaos bekas cheers tadi yang basah aku letakkan di atas seragam putihku, sehingga seragam




















