“Ohhhh! Libidoku sudah naik ke ubun-ubun. Bokep Rusia HP-kamu mesti stand-by. Bu Yena berjalan menghampiriku. Aku lari menjauh, tak perlu repot-repot menata ulang piring-piring yang berserakan.Satu jam kemudian Bu Yena keluar dari kantor dan minta balik ke Surabaya. Ketika sampai di hotel, SMS Bu Yena datang lagi, “Kamu sudah sampai hotel? Kalau saya perlu keluar, saya akan telepon,” kata bu Yena.“Baik, bu!”Aku mendapatkan hotel kecil tak jauh dari Santika Kuta Beach. Bu Yena mendekatiku dan mengalungkan kedua tangannya ke leherku. Kalau biasanya ia duduk tepat di belakangku, kali ini ia lebih sering bergeser ke kiri. Kami pergi ke hotel di Malang, Jogja, Madiun, Jakarta bahkan Singapura. Pembantu Pak Tan membukakan pintu gerbang dan mempersilakan aku menunggu di beranda.




















