“Chacha.. Bokep Aku berniat menculiknya dan mengikatnya selama-lamanya. Rambutnya terurai panjang hingga punggung, wajahnya yang cantik nyaris serupa dengan penyiar sebuah stasiun TV Fifi Aleyda Yahya.Marissa namanya, selalu mengusik kalbuku hingga kini. Perkosa aku dong..” Aku lihat Marissa tidak sedang pura-pura; nyaris seminggu dia disekap di apartemanku membuatnya ketagihan dengan gaya pemerkosaanku.Sekali ini untuk pertama kalinya aku ‘memperkosa’nya dengan foreplay, he he he mana bisa begitu ya.. Kalau kamu tidak menolak cintaku, kejadiannya tidak akan seperti ini..”Wajahku menunjukkan penyesalan padanya lalu perlahan aku cabut lakban yang membungkamnya sambil mengancam.“Awas kalau kamu berteriak..”. Ugh,” kalimat yang pasti akan keluar dari mulut Marissa sambil meronta-ronta.“Wallah.. Kamu tidak nakal di rumah khan??” sapaku. Langsung aku membopongnya dipundakku, membawanya ke toilet.. Di kamar itu sudah aku siapkan kamera ccTV yang sangat kecil terpasang tepat menyoroti tempat tidur sehingga aku dengan mudah memonitor keberadaannya




















