Masih ada halangan kain dan cawat. Bokep Tadi sesudah mengambil senjata dan bersiap-siap, Sekar menuju ke tempat yang ditunjuk kepala desa sebagai sarang si penjahat. “Den ayu, sungguh cantik parasmu,” puji Bayang Ireng. Perlawanannya baru berakhir ketika…..si laki-laki menciumnya, menggeluti bibir si perempuan dengan bibirnya. Bayang Ireng mengamati wajah Sekar yang kacau, antara ingin menolak dan menyerah lalu menikmati. Ratri lalu bersimpuh di sampingnya. Tapi sebelum Sekar berhasil, dia merasakan leher dan tubuhnya dililit! Orang yang dihadapinya bertubuh sedikit lebih besar, wajahnya tak kelihatan karena kepalanya terbungkus kain dan hanya menunjukkan mata. Sepertinya ilmunya berkaitan dengan bayangan. Sekar diangkat oleh lengan-lengan itu lalu didorong ke depan Ratri. Dan “tambang” itu berhubungan dengan tubuh Bayang Ireng, seperti bayangan yang menyerangnya tadi.




















