“Gak papa Bud, kan nanti bisa lagi.” Kataku. Aku cuma mesem-mesem digoda sperti itu. Bokep SMA Siang itu, aku melihat ada Adit, salah 1 anak paling lama yg suka tinggal dirumahku sedang menaiki tangga sambil membawa ember jemuran pakaiannya. Mungkin dia khawatir aku beneran teriak. “Aghhh teteh maaf.” Katanya sambil membalikan tubuhku. Adit terlihat berfikir dan mengingat-ingat. Menunggu Adit mungkin. Aku tersenyum dan mengelus wajahnya. Apa mereka ga takut barang-barang ada yg hilang? Saat dia sedang berada dirumahku, aku bilang, nanti malam dia kudu tidur dirumah ku bersama yg lainnya. Kebanyakan belum bisa mengatur nafsunya. Cowok ini langsung bikin aku tertarik.




















