Telepon di kontrakanku berdering. Bokep SMA Tentu saja aku tidak dapat menolak. Aku benar-benar berteriak histeris. Setelah puas menatap keadaanku, Nyonya Hana tidak memberiku pakaian, tetapi langsung menyuruhku untuk masuk ke mobil dan membawaku kembali ke villa. Rasanya sakit sekali. Nyonya Hana lalu mengikat kedua kakiku dengan tali pada ujung sudut-sudut tempat tidur yang digunakan untuk mengikat kedua tanganku. Namun tentu saja aku tidak dapat makan seperti orang biasa. Tubuhku semakin berkeringat dan menggelinjang menahan panas. Cemoohan kepada diriku harus kutahan selama jarak lima kilometer.Setelah berjalan sekian lama, akhirnya aku sampai juga ke sudut hutan yang sepi yang telah di tentukan Nyonya Hana.




















