Tak lama kemudian, cd ku dilorotkan sebatas lutut juga.“Mas, burungnya lumayan besar ya.. Mulutnya kembali memagut mulutku, kami berciuman dengan ganas. Bokep Mama “Mau nge-net ada mas?” tanyanya. Tangan Dewi kemudian membuka beberapa kancing baju dinasnya, ehhh… ternyata masih ada kaos dalam. Lalu dia kembali ke tempatku duduk, kembali memeluk aku yang sudah betul-betul panas dingin.“Mau nggak kayak gitu??” setengah berbisik dewi nanya didekat telingaku, seluruh badanku jadi merinding. Mas pasti tau dehh… yukk”
“Ya mbak” aku pelan-pelan rebah bersama Dewi. “Tapi, hatiku sedih sekali, makanya kadang kalo pulang kerja aku ndak langsung kerumah. Bebas milih mana saja.” Jawabku ramah sambil melihat wajah imut tersebut. Tapi aku kebingungan, dengan posisi celanaku yang sebatas lutut dan Dewi yang juga sama kami berdua keliatannya sama-sama bingung. “Ehh, kemana mas? Aku dua puluh tiga tahun kok” paparnya blak-blakan, jarang yah cewek blak-blakan masalah umur
“Ya




















