Tangan kanan qu memeluk perut, tangan kiri qu memeluk sebagian payudaranya. Tanpa sepatah kata dia berlari ke kamar qu yang tidak saya kunci. Bokeb Setelah ngobrol-ngobrol saya lantas mengerjakan tugasnya dan mengajarinya berbahasa Mandarin. Amida takut…”
katanya sambil terus melihat ke arah rudal qu yang sudah mau meroket tepat ke arah “Tempe” nya yang masih tertutup CD. Amida pun terlihat mendesah dan memelukku erat. “Enggak papa kok Amida, cuma mau liat aja…” jawab quTangan kanan Amida menutup “Tempe” nya dan tangan kiri menutup payudara nya. Lalu saya buka kancing ketiga, keempat dan semua menjadi lepas begitu aja…Amida hanya diam saja.




















