Dan tangannya mengocok vaginaku. Bokep Entah kapan ayah akan berhenti aku hanya bisa merintih menikmati perlakuan ayah padaku. Tak ada tanda-tanda dia mau keluar.Lima belas menit berlalu ayahku masih menancapkan penisnya di dalam vaginaku yang sudah tidak perawan lagi. Entah kapan ayah akan berhenti aku hanya bisa merintih menikmati perlakuan ayah padaku. Rasanya aku malu sekali. Mulut bisa berbicara lain. Sempat ku lirik jam ternyata sudah 2 jam aku diperkosa Ayah. Lidah Ayah terus menjilati vaginaku sementara jari telunjukknya ia masukkan ke dalam lubang anusku.Sudah Yah… Nina capek.Namun Ayahku tetap tidak peduli. Namun, aku benar-benar merasa puas, meski semua petaka itu adalah mimpi. Dengan ritme yang pasti ayah terus menggenjot anusku hingga aku serasa hampir pingsan karena kelelahan.Bosan dengan itu, segera ayah membalikkan badanku telentang kemudian dengan cepat dimasukkan penisnya ke dalam vaginaku.Ah… aku melenguh lagi.




















