Saat menuju parkiran tiba-tiba ada seseorang yang membekap mulutku dari belakang. Film Porno Aku senyum-senyum. Siapa juga yang rela dibunuh dan dijadikan makanan.Namun pak Jun terus gigih merubah cara berpikirku. Tapi dia langsung membekap mulutku dengan tangannya.“Kamu jangan macam-macam!! Aku takut… mual.Aku mengalihkan pandanganku dari layar tv. Hanya mengenggam leherku saja.Slurppp…. Tampak darah mengucur deras dari leher wanita itu. Tangannya kemudian malah membelai-belai pahaku. Sesaat kemudian pisau itu ditempelkannya di leherku. Darah memenuhi setiap sudut ruangan. Tidak hanya itu, dia mulai mendoktrinku tentang nikmatnya menjadi korban kanibal. Aku dibuat penasaran rasanya jika dibunuh oleh mereka untuk dijadikan makanan. Lacur banget akunya.“Ini baru simulasi lho… apalagi kalau dibunuh beneran besok, pasti kamu lebih suka lagi, hahaha”“Iya pak… Mita gak sabar untuk beneran dibunuh sama bapak-bapak tercinta… Mita rela dengan ketulusan hati bapak bunuh… Tubuh dan nyawa Mita milik bapak-bapak… argghhh”Cukup lama




















