Erangan mulutnya baru terdengar ketika memeknya ku jilati. Bokeb ada deh mba buat tutup mulut”
“emang ceweknya mana?”
“ya nyari dulu di luar, atau mba punya chanel kasih tahu saya, tapi yang cantik”
Gadis Room service rupanya mengerti maksudku, . gapapalah masih banyak hotel di sini.Dalam perjalanan mencari hotel yang lain, aku dan rina menertawakan kami sendiri. Karena tak sabar gak dapat kabar, aku telepon ke receptionis. Enam bulan kemudian, aku di tugaskan kembali untuk datang ke kota ini. Ketika pintu kamar ku buka, aku melihat maya dengan tas di pundaknya, celinguk ke kiri dan kanan tidak ada siapapun di sampingnya “mana mba?”
Maya tidak menjawab, dia masuk ke kamarku, ada sedikit dongkol dalam hati, birahiku seakan takan tersalurkan. “ighhhhh………..”iya tersenyum geli. Tapi aku tetap menunggu jawaban dari maya room serivice.




















