Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang memenuhi pikiranku (mungkin tak beda jauh dengan benak Sherly).Baru saja aku ingin membuka mulut untuk menanyakan permasalahannya, si Kumis mengatakan sesuatu yang tak jelas. Mata Sherly membesar dan mulutnya terbuka sedikit karena kaget.Si Tegap dan si Brewok sudah berdiri di samping kami dan mengawasi kami dengan pandangan tajam. Link Bokep katanya kepadaku dengan sangat jelas.Aku masih dapat melihat Sherly (dari bayangan di tembok cermin) berdiri tak jauh di sebelah kananku. Aku hanya mengelus-elus rambutnya dan menenangkan hatinya dengan mengatakan bahwa semua itu sudah berakhir.Sesampai kami di hotel (di Orlando), Sherly akhirnya menceritakan apa yang diperbuat si Kumis terhadap dirinya. tanyanya dengan logat yang sulit dimengerti.Sherly menjawab gugup, Coffee. Kali ini aku yakin ia mengatakannya dalam bahasa inggris. Si Kumis masih saja mengacak-acak koper itu seakan mencari sesuatu yang hilang. Aku merasa cemas akan semua ini.




















