Sampai akhirnya pemuda itu jatuh menimpa tubuhku dengan nafas terengah-engah puas. Tersenyum padaku, mendekatiku dan mencumbuku dengan mesra. Film Porno Usahaku untuk berteriak kembali gagal karena dihalangi mulut dan wajahnya. Dan kembali batang penis besar nan keras menggali liang senggamaku. Dan Randy menyerahkannya padaku. Kali ini tempat kostnya berbeda ketika pertama kali aku mengantarnya kuliah 2 tahun lalu, Randy pindah ke sebuah kos-kosan yang terkesan cukup mewah. Randy hanya mampu mengulang-ulang permintaan maaf. “ohya…tadi teman-temanmu yang kurang ajar tadi memotret mama”, ujarku. Di tangannya, sebuah benda putih panjang tergenggam lemah, sebuah alat tes kehamilan dengan indikasi menunjukan lambang plus, alias positif.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, “ohya…tadi teman-temanmu yang kurang ajar tadi memotret mama”, ujarku. Aku masih meraba-raba apa yang terjadi, sampai lambat laun kesadaranku pulih.




















