Nanti kalau makin parah, malah tambah nyusahin loh,” omelnya padaku.“Iya, Paman. Bokep Asia Aku hanya berterima kasih saja kepada perhatian dari tanteku ini.Untung saja aku sudah bisa mengendalikan diriku sendiri. Aku mematikan aplikasiku dan segera melepaskan baju kemejaku ini.“KYAAA! Ah, bangsat!Aku membuka mataku dan menguceknya. Aku mengambil nasi dan lauk paukku.“Makan, Tante,” ujarku dengan sopan.“Iya,” jawabnya dengan singkat sebelum is kembali menyantap makanannya.Aku menyantap makananku dengan lahap. Kalau tak salah, itu adalah harum dari sabun mandi tanteku, bukanhandbody-nya.“Lukas, kamu baik-baik aja kan? Begadang mulu sih. Dia pandai mijit kok, iya kan, Sayang?”Tanteku hanya tersenyum mendengar pujian dari pamanku. Oh ya, Tante ke sini mau minjamflash diskkamu sebentar.”“Oh, ambil aja di laciku yang nomor dua,” ujarku sembari menunjuk jari jempolku ke belakang.“Ok, sip deh.”Aku berjalan meninggalkan tanteku yang sedang mengubek laciku.




















