Jude mengunci pintu garasi, aku tak menaruh kecurigaan sama sekali. “Engh..” hanya itu yang bisa aku jawab. Bokeb delicious taste.” Gumamnya. Tanpa ada gangguan yang berarti, apalagi gangguan kejiwaan tentang trauma perkosaan. Aku pikir tak apalah sekali-kali, biar nggak kuper. Tapi secepat kilat Jude menempelkan pistol di leherku. Dia singkapkan begitu saja BHku hingga kedua bukit kembarku itu lolos begitu saja dari kain tipis itu. “Jude aku keluar..” ujarku kepada Jude. Deburan birahiku mulai terpancing. Hidupku berjalan secara wajar lurus teratur. Akupun terjatuh ke lantai kamar mandi yang dingin. Ini masih pemanasan honey..”Pemanasan dia bilang? oh.. Lalu Jude memintaku untuk mencumbui vaginanya. Atau bahkan wajah dapat dikomersiilkan pula.Tapi aku tidak pernah mengharapkan wajah yang cantik seperti yang kumiliki saat ini. Dadaku serasa sesak. “Oya?” Jude segera mendorongku merebah di lantai. Sroop.. Paling awal ketika aku masih duduk di bangku




















