Vaginaku disodok dengan ganasnya dari belakang oleh Viko, pria yang mempunyai ukuran penis paling besar. Aku hanya dapat memejamkan mata karena tenagaku sudah habis setelahmulutku disumpal habis oelh tangan Viko yang membuatku sulit bernafas.“Woooww…ternyata masih perawab son…” celetuk Soni.Tak terasa airmata jatuh berlinang mendengar ucapannya Soni tersebut. Bokep Montok Bibirku agak tebal tapi hidungku mancung. Ayahku hanya bekerja serabutan dan ibuku bantu nyuci di rumah orang. Tapi 3 orang laki-laki tadi dan bosku sering membicarakanku di belakang Viko yang paling aku khawatirkan karena dilihat dari tatapan matanya seakan ingin memangsaku.Bosku mengajak kami makan malam di restoran yang glamor dengan lampu kelap-kelip dan banyak musik bising yang aku tak pernah dengar. Menu makanan yang dipesan sangat asing bagiku. Omong punya omong ternyata alasan bosku mengajak kami makam malam ketempat itu dia ingin mengucapkan salam perpisahan.




















