Saat itu aku sudah benar-benar lemah, sehingga tidak mampu lagi untuk bergerak. Bokeb Bukan hanya Ria yang mendekatiku, tapi kedua cewek nakal lainnya juga ikut mendekati sambil menanggalkan penutup tubuhnya.“Eh, apa-apaan ini? “Lalu, ketiga cewe binal itu..”, tanyaku lagi. Tapi Ria menahan dan memaksaku untuk singgah.“Ayo..”, Sambil menarik tanganku, Ria memaksa dan membawaku masuk ke dalam rumahnya. Sebentar saja sepiring nasi itu sudah habis berpindah ke dalam perut. Setiap saat mereka datang dan memuaskan nafsu birahinya dengan cara memaksa. Kulihat tangannya begitu halus dan lembut sekali. Padahal aku tidak memintanya.“Nama kamu bagus”, aku memuji hanya sekedar berbasa-basi saja.“Eh, boleh nggak aku panggil kamu Mas Angga?, Soalnya kamu pasti lebih tua dariku”, katanya meminta.Aku hanya tersenyum saja.




















