Eki terengah-engah, begitu juga aku.“Pelan-pelan, Ndun…” bisikku.Eki memegangi bongkahan pantatku dan kembali menyodokkan kontolnya ke lobangku. Maklum ibu hamil. Bokep Colmek Eki tersenyum dan memajukan badannya. Sana kamu mandi, pulang. Kami berdiri agak di barisan tengah, Bu Anjar dan Bu Kesti mendapat tempat duduk di sebelahku.“Bu, monggo kalau mau duduk,” tawarnya padaku.“Wah, gak usah, Bu. Aku khan udah tua, dan lagian sekarang badanku kayak gini..” jawabku.Eki mengangkat wajahnya pelan dan menatapku malu-malu.“Gak kok, Ibu tetep cantik banget…” jawabnya lirih. Tadi aku bisa ngikutin pelajaran,”“Okelah kalau gitu. Akhirnya pada saat pengajian besar itu aku mendapatkan ide.Sorenya, segera kutelepon Eki menggunakan telepon rumah, karena aku sangat hati-hati memakai hp, apalagi untuk urusan Eki.“Assalamu’alaikum, Bu.




















