Sedikit ragu apabila itu membikinnya tidak enjoy tapi kalimat itu mengalir tanpa dapat kutahan. Bokep jepang “Makasih mbak” ujarku ketika menerima segelas air putih serta meminumnya perlahan. Obrolan pagi itu terasa menyenangkan, spertinya dirinya benar2 melupakan kejahatanku waktu itu. Aku tau dirinya tentu bakal bereaksi semacam itu, tapi salahnya sendiri. Mbak Juminten melihat proses akhir tadi dengan akurat, dirinya memperhatikan wajahku yg meregang, matanya was2 melihat penisku memuntahkan cairan kental itu membaluri perutnya. Dendamkah dirinya padaku, dapat saja tiba2 orang sekampung timbul mendatangiku dengan tuduhan cabul atas laporan darinya. “Hehe..kenapa, takut saya gak bakal dateng lagi ya?” Tertawanya membikinku lega. Dirinya berusaha meronta tapi kedua tanganku dengan kuat menahan tanganya pada kedua segi bantal. Mbak Juminten menatap ke lantai, pikiranya tetap kalut. Dirinya menanti jawabanku dengan putus asa. “Makasih den..”
Kami kembali terdiam. Bocah itu tersipu serta bersembunyi dibalik kaki ibunya.




















