Kini pindah ke paha sebelah kanan. Esoknya,dari rumah kuitungitung waktu. Bokep Ojol Hangatnya,biar begitu, tetap terasa. katanya.Kuputuskan untuk berani menatap wajahnya. Masih terasa tangannya dipunggung, dada, perut, paha. Langkahku semangat lagi. Sial. Junior berdenyutdenyut. Seakan sengaja memainkan SiJunior. Kalau kiniaku berani pasti karena dadanya terbuka, pasti karenapeluhnya yang membasahi leher, pasti karena akuterlalu terbuai lamunan. Makin lama makin jelas. Kini pindah ke paha sebelah kanan. Apa yang akuharus bilang, lho tadi kedipkedipin mata, maksudnyaapa? ujarnya.Ia hanya mengelus tanpa tenaga. Bodoh amat. Aku masihtermangu. Kaki disandarkan didinding. Langkahku semangat lagi. pintanya penuh manja.Tetapi mendadak bunyi telepon di ruang depanberdering. Aku duduk di belakang, tempat favorit.Jendela kubuka. Comeon lets go! Karena itulah, tidakakan hadir kesempatan ketiga. Turun tidak, turun tidak, aku hitung kancing.Dari atas: Turun.




















