Martin memelukku erat-erat dan menghiburku. Martin tertawa melihat aku memutar-mutar kepala seperti angin puyuh.“Untung kaca film mobilku gelap. Film Porno Aku terus menerus memandang wajahnya dan mencari-cari sinar apa yang terpancar di wajahnya. Aku telah kehilangan minat untuk belajar dan meraih ranking tinggi di sekolah. Kucengkeram punggungnya dengan kuku jariku tanpa peduli dia kesakitan atau tidak. Aku tidak sabar untuk membuka e-mail setiap malam. Putingku dipermainkan dengan mulut dan lidahnya yang hangat. Perlahan-lahan memoriku memutar balik kejadian tadi malam. Mereka sudah menyerah menghadapi aku yang hampir setiap hari pulang pagi. Mereka sudah menyerah menghadapi aku yang hampir setiap hari pulang pagi. Tak ada lagi Andrew dalam kamusku. Rasanya seluruh sarafku terputus dan terpusat di kemaluanku saja. tanpa akhir..Martin mulai menggerakkan penisnya keluar masuk vaginaku.










