Ternyata, bohong! Badanku rasanya lemas semua. Bokep Mama Saya terus menggodanya dengan menciumi leher dan bahunya. Saya bergetar dan menggelinjang menjadi-jadi. Dia bangkit dan memeluk tubuhku. Pikiranku sudah jauh lebih baik sekarang. Setelah terkapar beberapa saat, Guntur membopongku ke kamar mandi dan memandikan saya. Dulu teman-teman sekolahku sering datang ke rumah untuk mengerjakan tugas atau hanya sekedar berkumpul saja. Guntur sibuk dengan pekerjaannya, sedangkan saya sibuk diadili oleh keluarga saya. Entah siapa yang salah. Rangsangan yang hebat melupakan segala janji yang pernah kubuat. Kemudian kakiku dibuka lebar-lebar ke atas sehingga kemaluanku menyembul di antara pahsaya. Edan! Telepon internasional seminggu sekali menjadi pelepas dahaga bila saya rindu suaranya.




















