Tapi nggak mau dirayakan. Sex Bokep Sementara perasaan hatiku semakin tidak menentu. Tapi aku masih tetap diam, tidak tahu apa yang harus kulakukan. “Aku…, Apa yang harus kulakukan?” tanyaku tidak mengerti. Bahkan aku tidak protes ketika Linda mengunci pintu kamar dan melepaskan bajuku. Dia tersenyum-senyum. Dan sikapku juga terus seperti anak balita, walau usiaku sudah cukup dewasa.Pernah aku menangis semalaman dan mengurung diri di dalam kamar hanya karena Mbak Indri menikah. Memandangi Linda yang sudah rapi berpakaian. Walau sudah berusaha melakukan apa saja yaang dimintanya.Sementara itu Linda sudah menjepit pinggangku dengan sepasang pahanya yang putih mulus. Sedangkan aku sama sekali tidak mengerti. Dan aku selalu menganggapnya sebagai teman biasa saja. “Mau apa ke kamar?”, tanyaku tidak mengerti.




















