Setelah matang aku membawa sarapanku ke atas untuk menikmatinya di balkon kamarku. Tangannya mulai mengelus pahaku yang putih mulus sambil menyingkapi dasterku. Bokep Lagi pada kemana?” tanyanya. Tangannya yang kokoh dengan mudah mengunci dua pergelanganku lalu diangkat ke atas. Dia terbelalak melihat buah dadaku yang menggantung indah, putingnya pun sekilas tersingkap dari balik dasterku. Sialan lo, ngentot ga ngajak-ngajak, gua dibiarin sendiri di mobil!” kata si sopir. “Pagi Bang!” balasku. Bang tunggu bentar, di dapur masih ada lagi sampahnya nih, sebentar ya!”, lanjutku lagi.Aku mematikan rokokku dan turun sambil membawa piring dan gelas bekas sarapan tadi, setelah menaruhnya di pencucian aku langsung ke depan membuka pintu.




















