Apa katanya nanti? Angin menerobos kencang hingga seseorang yang membaca tabloid menutupi wajahnya terganggu.“Mas Tut..” hah..? Bokep Tante Apa yang aku harus bilang, lho tadi kedip-kedipin mata, maksudnya apa? Aku menanti dengan debaran jantung yang membuncah-buncah. Badannya berbalik lalu melangkah. Apakah suaraku mengganggu ketenangan mereka?“Pelan-pelan suaranya kan bisa Dek,” sang supir menggerutu sambil memberikan kembalian.Aku membalik arah lalu berjalan cepat, penuh semangat. Kaki disandarkan di dinding. Jangan di sini..!” katanya.Kini ia tidak malu-malu lagi menyelinapkan jemarinya ke dalam celana dalamku. Ke bawah lagi: Tidak. Dadaku mulai berdegup lagi. Aku terpejam menahan air mani yang sudah di ujung. Dan kubuka celana pantai. Semua orang bebas masuk asal punya uang. Dadaku berguncang. Sial. Aku tidak menjepit tubuhnya. Kini pindah ke paha sebelah kanan. Lha wong Mbak Wien menutupi wajahnya begitu.




















