“Aduh.. Bokep China di Tebet, bisa bicara dengan Ibu.. Bu..” Kemudian kami pun lunglai dengan posisi aku tetap di atasnya. kamu nggak mau ya mencuci aku di rumah”, katanya dengan nada agak tinggi.Waduh marah nih orang, biasa istri seorang pembesar kalau kamauannya tidak dituruti cepat ngambek. enak di situ Rull”, suara itu keluar dari mulutnya yang mungil. Pikiranku melayang dan mengkhayal apa yang telah aku lihat pagi tadi. Sampai suatu hari, hari itu hari Rabu pagi kira-kira jam 10.00, dia datang dengan tergesa-gesa masuk ke dalam salon sambil mencariku.“Mana Rully, mana Rully..” katanya.“Ya Bu.. aduh.. kamu udah lama kerja di sini?” tiba-tiba keheningan dipecahkan suara ibu tadi.“Baru dua bulan Bu.. Aku tidak mengerti, mungkin gengsinya masih besar, meskipun nafsu sedang menjalar ke seluruh tubuhnya.




















