Mungkin dia sudah dengar kabar akan ke-playboyanku di
kantor.“Ok saya tinggal dulu ya Pak Rahman.. Vidio Bokep Biar ada yang nemenin” katanya sambil tersenyum manis.“Belum ada yang mau nih”“Ahh.. Sering latihan?” tanyaku.“Santi sering lihat di VCD aja Pak. Uh.. Kadang enak.. Aku bukan suamimu yang lemah itu..” jawabku sambil terus mengenjot dia dari belakang. Memang baru-baru ini aku mendapat
tawaran training ke Singapore dari salah satu perusahaan.Lebih baik Pak Rahman saja yang pergi, pikirku. Pak Rahman tampak sedang mengobrol dengan tamu yang lain. Where have you been? Tampak dari tatapan matanya yang haus akan kehangatan laki-
laki tulen seperti aku ini.“Iya Pak..




















