saya pun mulai mundur teratur selangkah demi selangkah, saya tak tahu harus berbuat apa saat itu sampai akhirnya kakiku terpojok oleh bibir ranjang tidurku.“Jangan Nto!” kataku dengan suara gemetar.“Hua.. Bokep Hot jangan!” ucapku berulang-ulang dengan nada terbata-bata mencoba mengingatkan pikirannya.Tapi Anto tak memperdulikan perkataanku, sebaliknya dengan senyum penuh nafsu ia terus saja meraba-raba pahaku.“Ouh.. Tanpa terasa nasi goreng di piring dapat kuhabisi juga.“Bolehkan saya memanggil Bu Meryy dengan sebutan mbak?” tanyanya sambil membasuh mulutku dengan tissue.“Boleh saja, memang kenapa?” tanyaku.“Enggak apa-apa, biar enak aja kedengaran di kupingnya.”“Kalau saya boleh manggil Mbak Meryy, berarti Bu Meryy eh.. Sampai suatu hari kesepianku berubah karena supirku. jangan.. “Maksudnya, tadi waktu di Entotin enak kan?” tanyanya lagi sambil membelai rambutku.Wajahku langsung merah padam mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh supirku, tapi dalam hati kecilku tak dapat kupungkiri walaupun tadi ia sudah memperkosa dan




















