“Kamu ngerti maksudku kan?” tanyanya lagi dengan penuh harap. Bokep Ojol Saya terdiam, dan tanpa sadar air mata mengalir di pipi saya.“Aku tahu apa yang ada di hati kamu, Von.” ujar Jenny membaca situasi. “Emang boleh?” tanya saya. Betapa tidak, rasanya nikmaat sekali. “Kamu cantik sekali Von.” bisiknya lagi saat saya menelentangkan diri di ranjang. Namun Jenny berjalan dengan cuek, sambil sesekali menyapa orang di sekitar situ dengan akrab. Pak Smith dan saya hanya diam terpaku melihat ketiga manusia sangar itu meninggalkan ruangan dan membanting pintu dengan keras. Dia dapat berkelakar dalam bahasa Indonesia maupun Inggris dengan sangat lancar, bahkan dengan para waiter di kafe itu, yang baru saja dikenalnya. Aduhh, Jenny benar-benar mengerti bagaimana menaklukkan seorang wanita innocent seperti saya ini. Dengan lembut juga ia melepaskan kaitan BH di punggung saya.




















