Kali ini suara nafas Irene kian berat dan memburu, “Uh.. Bokep Cina cerewet!” aku menjawab dengan sembarangan. Di depan pintu kamar mandi kusergap dia, kuangkat satu pahanya dan kutusuk sambil berdiri. Irine pasti melihat wajahku yang menyeringai sambil tersenyum puas. “Aduh kok ganas banget sih Lu!” katanya setengah membentak. Senyum kemenangan.Aku melepaskan ikatannya. Tiba-tiba dia terbangun, dan terkejut karena tubuhnya telah telanjang polos dan terikat di ranjang. Tapi apa dayanya dengan posisi telentang dengan tangan masih terikat. Irine pasti melihat wajahku yang menyeringai sambil tersenyum puas. Kusentuh payudaranya dengan kedua tanganku, rasanya dingin bagai seonggok daging. Kubawa dia ke meja, kuletakkan pantatnya di atas meja itu. uhhffssh.. Dengan menggunakan cutter yang tergeletak di meja samping ranjang aku memotong tali yang mengikat kedua kakinya.




















