Terkadang kakiku tertutup rapat dan terkadang terbuka lebar, suara-suara desahan mulai keluar dari bibirku. Di kamar mandi di dalam shower box, aku meringkuk sambil menangis merenungi nasibku sementara air hangat terus mengucur membasahi tubuhku yang telah ternoda dan memenuhi box dengan uapnya.Semenjak kejadian kemarin tubuhku masih terasa sakit, apalagi bagian vagina dan anusku yang kemarin sempat dikerjai habis-habisan oleh ketiga pembantuku. Bokep SMA slslluuppss…..mmmm!” dengan terpaksa aku mengulum penis Pak Budi.“Waduh…waduh kalian curang nih, masa gue cuman nonton doang, ga asyik ah“ kata Pak Doni yang memang dari tadi hanya memainkan anusku sambil meraba-raba tubuhku saja.“Udah Don jangan marah, kan masih ada satu lobang lagi yang nganggur, iya ga Non” kata Pak Budi, aku diam saja sambil sesegukan karena mulutku sedang mengulum penis Pak Budi.“Betul… betul itu juga pasti enak!” secepat kilat Pak Doni melepaskan celana seragam dan celana dalamnya,




















