Yup, cemburu. “Aya besok lusa aku telpon kamu oke?”
Ia tak menjawab. Bokep India Sudah jam 3:15, dan aku tidak memergoki mobil rival sialanku di jalan. Kulihat foto pacarku bersama keluarganya. Apabila dalam keadaan normal harusnya aku bisa tertidur sekarang. Kemarahanku pun sangat reda. Aku sangat tidak mengharapkan bertemu dan mendapati kenyataan yang menyakitkan seandainya perasaanku benar, aku sungguh tidak mengharapkan. “Aayyaa.. mau ngapain lo? Ia mulai membuka matanya, lalu kubuka bajuku dan kulepas kancing celanaku. Kembali kuputar dimmer untuk menerangi ruang tamu. Tanganku mengelus perlahan mulai dari lututnya sampai setengah pahanya. Tak ada reaksi. Alkohol mempengaruhi nalarku.




















