Hmm..!”“Sekarang masuk ke dalam!” ulangnya sambil menunjuk kolong mejanya.Aku merangkak ke kolong mejanya. Bokeb Aku menarik nafas untuk menghirup aroma yang sangat menyegarkan. Aku belum pernah diperintah menyerupai itu. Mbak Lia terpekik. Menekan dan menggerak-gerakkan kepalaku sekehendak hatinya.“Jhony, julurkan lidahmuu! Bagian dalamnya juga ditumbuhi tetapi tidak selebat bab atasnya, dan warna kehitaman itu agak memudar. Hanya sedikit udara yang sanggup kuhirup, sesak tetapi menyenangkan. Tunjukkan dengan rakus seolah ini yaitu kesempatan pertama dan yang terakhir bagimu!”Aku terpengaruh dengan kata-katanya. Aku selalu duduk persis di depannya. Aku menarik nafas untuk menghirup aroma yang sangat menyegarkan. Sebagai atasan baru, ia sering memanggilku ke ruang kerjanya untuk menjelaskan overbudget yang terjadi pada bulan sebelumnya, atau untuk menjelaskan laporan mingguan yang kubuat. Beberapa detik kemudian, lendir mulai terasa di ujung lidahku.




















