Bila bertatap mata dengan Mbak Marissa, dadaku berdebar-debar. Bokep Tobrut Ia pasti sibukmengatur rumah. Eh, ayah dan ibumu lama ya perginya?” Tanya Mbak Marisa.“Sampai minggu depan!” jawabku.“Kesepian, dong?” celetuk Mbak Marissa.“Iya, gitu deh!” kataku, masih sedikit gugup.“Mbak gimana?”“Biasa aja. Seorang laki-laki turun, diikuti seorang perempuan yang menurutku teramat cantik.Kecantikan itu bisa kulihat dari warna kulitnya yang amat benderang dalam balutan blus tipis yang kancing atasnya dibiarkan terbuka, Manakala turun dari kendaraan, ia sedikit menunduk dan bisa kunikmati sejenak belahan dadanya yang bersih dan penuh. Mbak Marisa mengerling dengan senyum semanis brownies itu, dan menghilang di balik pintu.Seminggu kemudian, sore itu mendung mulai menyergap, dan pada malam harinya hujan benar-benar turun menghujam ke bumi. Lelaki itu melambai padaku ketika aku memperhatikannya. Kali ini, ia dalam balutan tank-top lain yang sangat seksi- dan setelah kuperhatikan lama–, tanpa beha, dengan rok longgar yang




















