Ia hanya mengangguk pelan.“Makasih ya, Mas…” Ujarnya saat ku berlalu menuju mobil untuk mengambil handphone ku.“Ini Mbak…” Kataku sambil menyerahkan handphone bututku yang bahkan tidak memiliki kamera tersebut.Wanita tersebut meraih ponselku dan mengambil sepucuk kartu nama dari dompetnya. Video bokep OK banget lah kamu…” Puji bett lagi. Tanpa basa basi segera ku lumat bibir tipisnya yang sudah menggodaku dari awal bertemu. Sudah dipinjamkan handphone saja sudah cukup kok.”“Gapapa kok, mbak. Ya memang ini rumahnya, namun aku semakin canggung harus bagaimana bila ia masuk ke kamarku tanpa diminta.bett pun duduk di pinggir kasurku sambil melihatku yang berjalan mendekat. “Besok Jakarta pasti banjir nih, hujan seharian gini…” gumamku dalam hati.




















