A-aku pengen muntah. Bokep Tobrut Tiap kali aku mencoba memejamkan mata pipiku ditampar olehnya.“Ayo lihat!” Bentaknya. Aku kemudian mulai membuka pakaianku hingga akupun telanjang bulat, lalu mulai mandi. Seharusnya aku takut, tapi anehnya aku justru selalu horni setiap memikirkannya.Saat ini aku baru saja selesai dimandikan oleh pak Jun. Bagaimanapun rasanya emang menyakitkan, aku sampai menangis dan mengeluarkan air mata karena tadi begitu ketakutan dan kesakitan.“Kamu gak apa-apa Mita?” tanya seorang temannya. Kenapa ya… mungkin itu memang takdir kamu” jawabnya santai lalu pergi dari ruangan ini.Aku kembali menangis tersedu-sedu. Memperhatikan dia mengasah pisau dari dekat.“Hmm… pisaunya kan udah tajam pak, kok diasah terus?”“Iya… gak papa, biar makin enak motong daging empuk kamu… ”“Ihhh… pak Jun sok tahu, tau dari mana daging Mita empuk?”“Ya tahu lah… kamunya cantik gitu… pasrah bersedia dibunuh dan dijadikan makanan lagi, pasti empuk banget…”“Owhh… gitu ya pak?”“Iya




















