“Ah, mama ini kok nanyanya yang enggak2 sih?”, sambil kucubit paha mama yang mulus dan putih bersih.“Habisnya selama ini kan kamu enggak pernah cerita soal temen wanita kamu, Mas.”, sahut mama. Bokep Arab Mendengar jawaban itu membuat hatiku agak lega. Aku ini sudah mahasiswa lho.. piirr.. Cepat bawa mama ke kamar”, katanya lagi dan tanpa berfikir panjang akhirnya kubopong mama dan kuangkat ke tempat tidurnya dan dengan hati2 kutidurkan terlentang di tempat tidurnya dan mata Mama masih tetap merem tapi nafasnya yang cepat sudah sedikit mereda.Aku enggak tahu harus berbuat apa, jadi aku hanya tiduran saja disamping mama sambil ku elus elus dahi yang berkeringat dan rambutnya serta pandanganku tidak pernah lepas dari wajah mama karena takut terjadi apa2, tapi sering juga mataku tertuju ke tetek mama yang menyembul keluar dari baju tidurnya yang terbuka.




















