Nasib yang sama sekali tak terduga. Bokep Tobrut Dan saat di depan gerbang rumahnya. ya ?”, rayu Dinda. Tanpa Dinda sadari, kondisinya lebih parah dibandingkan remaja-remaja putri lainnya. Meskipun mukanya agak memerah. Bukan karena sakit seperti yang ia bilang, melainkan karena ia sibuk melayani nafsu bejat supir dan pembantunya di atas ranjangnya sendiri seharian. Umurnya baru 16 menuju 17 tahun. Proses penetrasi yang paling ‘sulit’ bagi Jajang dan proses paling menyakitkan bagi Dinda. “Pak..aku..mau..berangkat…”, ucap Dinda terputus-putus saat Jajang mengecupi bibirnya. Dinda dan keluarganya berada di tempat rekreasi sampai sore lalu makan di restoran sebelum akhirnya pulang ke rumah. Tapi tangan-tangan itu terus kembali. Dia berharap agar Jajang mengurungkan niatnya, berharap agar Jajang iba karena ingat kalau dia adalah anak majikannya. Dinda tersenyum ketika Sardi melongok memandangi tubuhnya. “mmmm”. Sardi sedang menekan-nekankan selangkangannya ke bagian belakang kepala Dinda. “Pak Jajang,




















