Sepertinya mereka sedang nonton VCD yang diomongin Reza tadi siang di telepon. Malam itu rasanya dingin sekali, jalanan basah karena hujan beberapa saat yang lalu. Bokep Jilbab/Hijab Kuelus pantatnya yang padat berisi. Segera saja dia memelorotkan celanaku. tapi mirip sapi!” kataku mencoba mengalihkan perhatiannya. Reza mencibir, “Biarin”, katanya. Aku tidak mau dia tahu kalau ternyata yang di dalam VCD ini bukan seperti yang ada di benaknya. “Gini lho Aryo, ‘ntar malam Mama ke Palembang sama Papa kamu. Aku bener-bener merasa serba salah saat melihat wajah imutnya agak murung kali ini. Malam itu rasanya dingin sekali, jalanan basah karena hujan beberapa saat yang lalu. Trus, kamu nggak boleh ikut soalnya kamu nggak libur.”
“Ooo soal itu”, kata Aryo. Aryo memegang kedua pipiku, dan wajah kami sangat dekat saling berhadapan.




















