Itu adalah kamar mandi keluarga. Kuselinapkan tangan kananku ke dalam daster Mama di bagian dadanya. Bokep Mama Dia sering bilang, Buat apa aku punya anak? Bukankah ia milik ayah kandungku?Entahlah. Dan…suatu kenyataan mendebarkan kutemukan. Langsing, berkulit putih bersih dan memiliki deretan gigi yang rapi. Dia sering bilang, Buat apa aku punya anak? Mama protes. Tapi rasanya buah dada Mama lebih kencang dan padat.Mama diam saja. Yang satu untuk dibuka dari kamar ortu, yang satu lagi bisa dibuka dari kamarku. Lalu pura-pura serius ke pelajaran. Demikian juga lampu di pavilyun. Paling hebat cuma memegang pergelangan tanganku.Aku tak mau buang-buang waktu lagi. Dan…suatu kenyataan mendebarkan kutemukan. Padahal sudut mataku mengintai dia terus.Kulihat Mama menghadapi setumpuk kertas ulangan murid-muridnya.Aku mulai nekad.




















