Sesampainya di luar toilet, “Yan..! “Lis, kamu mau juga nggak?”
“Mau apaan sih?” Lisbeth mencoba mengejar maksud pertanyaanku. Bokep Indo Tanganku dipegang lembut oleh Irenedan, “Huuaaa..!” mulai kapan Irene jadi telanjang dada.Kuangkattubuh Irene berdiri sejajar denganku. Hmm.. pleaseee?””Iya.. Basah dehjariku waktu itu, aku belum sadar juga kalau si Irene ini mau’nge-blow’ (istilah orgasme Iyan).“Iyaaannn..! Oke aku terima aku salah, tapijangan terus-terusan marah dong, apalagi di depan anak kampus gitu, akukan juga punya malu.. “Pllop..!” terdengar suara saat kucabut si ‘bandot’, mungkin karena ketatnya lubang kemaluan Lisbeth yang mencengkram penisku.“Achh, kenapa? kamu pulang sana udah malem tuh, diperkosaorang tahu rasa entar..!” jawabku sambil pergi masuk kelas. iya udah sana!” usir Ida sambilterusin baca comicnya.Aku lari balik ke kelas untuk ngambil tas danbuku Irene yang ketinggalan.




















