Sesaat kemudian Tomi kembali bergabung dengan kami,
“Beres!” katanya. Bokep Colmek “Oke nanti aku check deh,” kataku menentramkan. Kami terpisah, karena istriku ngobrol dengan ibu-ibu lainnya sementara aku dengan teman kantor maupun rekanan bisnis lainnya. Waktu terus berlalu sejak pembicaraan dengan Pak Herman, dan pesta perkawinan tinggal seminggu lagi, hingga akhirnya Pak Herman mengingatkanku mengenai tawaran itu. Istriku tidak langsung menjawab tapi melihat ke arah Tomi yang berada
di sampingku. Setelah kami diam beberapa saat, akhirnya dia menyerahkan masalah ini padaku. Tutik ke.. “Kita lanjutkan yang tadi ya Pak,” bisiknya manja. Unbelievable, Pak Herman yang selama ini dihormati dan disegani orang sekantor sekarang sedang di antara selangkangan istriku sambil menjilati vaginanya seperti orang kehausan. ha.. Aku cuma bisa mengiyakan rencana mereka berdua.Hari perkawinan tiba, sesuai rencana kami berangkat lebih awal, dari undangan jam 7:00 kami sudah tiba di Hotel Shangrila jam 3




















