Aku tidak terlalu khawatir dengan suaraku karena ruang produksi di desain kedap suara. Bokep Tobrut Tubuh Mbak Titis bergetar menerima sapuan hidungku. “Halo mas, loh mukanya kok merah gitu”, sapa Rani sambil membereskan form request di meja. Aku hanya tersenyum aja mendengarnya.Perlahan ciumanku naik ke perut Mbak Titis. Indah banget. Hehehe… Yang lebih memenuhi kepalaku justru payudara Ibu Titis yang tadi kulihat. Ibu Titis tersenyum. Ibu Titis tersenyum. Payudara yang selama ini hanya ada dalam imajinasiku kini terpampang jelas di hadapanku. Aku menyerbu tetek kanan Mbak Titis dengan sangat liar sementara tangan kananku meremas-remas dengan kuat tetek yang kiri. Ketika akan menyerahkan kunci studio, aku baru ingat kalo yang akan menerima kunci nanti adalah ibu Titis alias Mbak Titis. Takut menyakiti Mbak Titis. Terus terang, aku ga suka ama bosku.




















