Aku memandangi jemarinya yang menyusup masuk dengan rasa senang yang aneh. Kesadaranku sudah nyaris hilang. Bokep Tobrut Saat ia melepaskan bibirnya dari bibirku, kutatap wajahnya dengan perasaan tak karuan. “Tidak apa-apa. Seperempat jam kemudian setelahnya, kami sudah saling bercanda tentang setiap orang yang menghadiri resepsi tersebut. Ia menarik bibirnya, tersenyum dan berkata, “Aku tidak melakukan sesuatu yang salah, bukan?”
Aku tak tahu harus berkata apa. “Tenang,” bisiknya. “Aku..,” desahku lagi. “Hey, jangan cemberut begitu. Tapi kerutan di alisnya menghilang, saat lengannya terulur ke arahku. Kami lalu berkenalan dan berjabat tangan. Sampai akhirnya aku merusak suasana dengan pertanyaanku.“Stop!” serunya, membuyarkan lamunanku.




















