Aku masuk dalam pelukannya.“Kita sudah jadi… setubuh. Bokep Indonesia Aku turut menjerit di bawah tekanan. Membersihkan bekas-bekas lendirku di meja makan, di kursi, di lantai. Kedua lutut di pinggir ranjang, kedua siku menopang, dan kepala dan bahuku merunduk ke bawah, bagaikan rusa betina yg sedang minum air yg segar dengan rakusnya. Bawa ke tempat cucian, masukkan ke ember untuk direndam semalam. Tapi aku tersenyum lebar, dengan mata basah, aku berbisik di telinganya,“Kak Edo… saya kini milikmu.”
“Sayaannnggg….” desahan berat itu menggetarkan jiwaku. Kak Edo tersenyum, mengangguk.“Tambah telor setengah matang?” Sempurna.Aku bergegas mempersiapkan semuanya. Bersih tak berbekas, aku menyemprot dengan pembersih yg wangi lavender, kesukaan ibu, kesukaanku juga.




















