Luar biasa memang,” kataku lagi. Bokep Colmek Mas Anto. Setelah tigapuluh menit membaca, ia menyerahkan majalah itu kembali padaku sambil mengucapkan terima kasih. Akhirnya kuletakkan Matra tadi di atas meja di sampingku. Saya hanya mau lihat jam saja kok”. Akhirnya dia setuju dan mukanya menjadi cerah. Satu jam berlalu dan kulihat ia menjadi gelisah sambil terus-menerus memandang keluar, ke arah landasan. Akhirnya dia setuju dan mukanya menjadi cerah. Karena aku duduk di dekat jendela, maka aku menunggu wanita tadi keluar dari bangkunya.Aku mengikuti barisan penumpang yang turun dan tak lama aku sudah berada di ruang tunggu. Kulempar senyum dan iapun membalas sekedarnya. Wanita tadi cuma memiringkan kepalanya memperhatikan pengumuman tadi dan setelah itu ia kembali asyik membaca.




















